Quick Login

Author Topic: Makna Ana Catur Mungkur  (Read 13 times)

Deni Setiawan

  • Hero Member
  • *****
  • Posts: 1853
  • Karma: +1/-0
    • View Profile
Makna Ana Catur Mungkur
« on: October 20, 2019, 05:28:55 PM »
Ana Catur Mungkur menganjurkan kita buat nir membicarkan kelemahan orang lain. Bika timbul orang lain yang mengajak dirinya buat membicarakan kelemahan orang lain. nir mungkin orang bercermin kepada punggung sendiri. Punggung jelas bukan cermin sebagai akibatnya nir bisa tanda kesalahan yang sudah diperbuat kepada ketika sebelumnya.Cermin ialah kaca yang bisa menampakkan sesuatu yang timbul di depannya. Apa yang terlihat di cermin sesuai.seseorang itu nir bisa melihat kesalahan diri sendiri, & justru pandai melihat kesalahan orang lain. wejangan tadi disapaikan beserta ungkapan wong ikut ora bisa ngilo githoke dhewe.lebih baik mengoreksi diri atau kesalahannya sendiri beserta hasrat bisa memperbaiki perbuatannya.

Akan akan tetapi, hal itu sudah sempurna sulit dilakukan andai saja nir berdasarkanpada sikap lembah manah. seseorang cenderung nir konsekuen, bisa atau mau melihat kesalahan orang lain sekecil apapun akan tetapi nir mau melihat kesalahan diri sendiri walaupun kesalahan itu sangat akbar. tindakan ngrasani menjadi tindakan nir transparan. Sang penggunjing bisa melihat keburukan orang lain, akan akan tetapi nir berani memperlihatkan keburukan diri sendiri. cenderung akan kecewa, sakit hati, atau bahkan murka sewaktu orang lain ngrasani keburukan diri kita, famili kita, rakyat kita yang secara kebiasaan hukum & sosial nir timbul kaitannya beserta sang penggunjing. bisa menimbulkan perselisihan. Pertama, hampir seluruh orang nir suka dipergunjingkan keburukannya.

 budaya manapun, perbuatan catur atau nyatur atau jua ngrasani seorang insan yang lebih senang mencela orang lain, kepada sisi lain justru enggan & nir mau mengerti mengenai kesalahan sendiri. Tindakan itu sangat negatif alasannya adalah bisa menimbulkan perselisihan. orang lain ialah satu perbuatab tercela, alasannya adalah bisa menimbulkan sakit hati kepada orang lain yang dirasani.orang lain itu mengacu kepada sudut kelemahannya atau sisi negatifnya, & sporadis membicarakan dari sudut kebaikannya alasannya adalah tujuannya memang buat menjatuhkan prestise orang yang dirasani atau dipergunjingkan.dari sudut kebaikannya alasannya adalah tujuannya memang buat menjatuhkan prestise orang yang dirasani atau dipergunjingkan. Ungkapan ini sejajar beserta nasihat ojo metani alaning liyan.

 budaya manapun, perbuatan catur atau nyatur atau jua ngrasani. Ungkapan ini ialah kiasan atau pasemon (Jawa) buat menggambarkan yang menyangkut keberukan atau keburukan orang lain. Catur yang dimaksud dalam ungkapan ini artinya ngrasani eleking liyan  orang lain ialah satu perbuatab tercela, alasannya adalah bisa menimbulkan sakit hati kepada orang lain yang dirasani. yang kacanya timbul di depan & belakang itu. Pitutur ini sama arti beserta peribahasa Gajah bengkak di depan mata tidak tampak, semut di seberang samudera tampak. tengkuk ini mirip yang kita memahami ialah bagian leher paling belakang. Bagian satu ini termasuk sangat sulit terlihat, segede apapun cerminnya. Bagian satu ini mustahil buat terlihat. Kecuali jika kita ke tukang cukur rambut.