Quick Login

Author Topic: Sains Kematian  (Read 13 times)

Deni Setiawan

  • Hero Member
  • *****
  • Posts: 1855
  • Karma: +1/-0
    • View Profile
Sains Kematian
« on: October 11, 2019, 01:01:55 PM »
para dokter sudah mampu menyambar kehidupan dari kematian dalam cara-cara yang memukau dan menginspirasidi Rumah Sakit Perempuan Metodis menjelang tengah hari. Angel kini hidup karena para dokter mampu menjaga tubuh ibunya yang mati-otak. ilmu resusitasi sebagai aeronautika.Dulu manusia sepertinya tak mungkin bisa terbang,kemajuan seperti itu juga dapat terjadi dalam ilmu resusitasi.Dalam hal membalikkan kematian. di rumah sakit yang menggunakan mesin untuk mengatur kompresi dada, atau yang kelak mungkin menggunakan obat seperti iodida.beberapa UGD yang selalu mendinginkan pasien sebelum melakukan CPR. ilmuwan resusitasi kini mengetahui cara mencegah kematian otak dan organ lain bahkan setelah jantung berhenti.

Melakukan CPR setelah hanya lima hingga sepuluh menit, berasumsi bahwa lebih lama berarti akan terjadi kerusakan otak yang tak bisa diperbaiki.bagian sel dan organ dapat tetap hidup selama berjam-jam, bahkan mungkin berhari-hari.Sel di dalam tubuh kita biasanya tidak mati ketika kita mati.sekalipun anggota tim inilah yang mengerjakan fungsi otak Pérez yang rusak, mereka tetap kesulitan menganggapnya sebagai orang yang sudah meninggal. seakan dia sedang koma, menyapa namanya ketika masuk ke kamarnya dan mengucapkan selamat tinggal saat keluar.tim yang beranggotakan lebih dari seratus dokter, perawat, dan pekerja rumah sakit lain harus menggantikan perannya. Siang-malam mereka senantiasa memantau pengukuran tekanan darah.

dapat menjelaskan apa yang terjadi. Tak hanya pada rahib dalam thukdamKesan kehadiran orang yang sudah meninggal itu, bahkan pada jarak dekat, turut mengilhami Davidson untuk mempelajari thukdam secara ilmiah.  tampaknya tidak terjadi pembusukan fisik selama seminggu atau lebih. Richard Davidson dari University of Wisconsin, yang bertahun-tahun mempelajari ilmu saraf tentang meditasi, sudah lama tertarik pada fenomena ini. beberapa penjelasan fisiologis lain untuk NDE. Di University of Michigan tim yang dipimpin ilmuwan saraf Jimo Borjigin mengukur gelombang otak pada sembilan tikus setelah henti-jantung.“pemrosesan sadar yang lebih tinggi” yang terjadi selama periode transisi sebelum kematian menjadi permanen.

 aktif pada peristiwa lain yang bukan tidur, seperti ketika kehilangan oksigen mendadak. Baginya, pengalaman menjelang-mati dan di-luar-tubuh bukan diakibatkan oleh keadaan sekaratdi konferensi itu, juga menyanggah pandangan Parnia tentang apa yang terjadi. “Dalam pengalaman seperti ini, otak masih sangat hidup dan sangat aktif.”tanya sudah berapa lama dia di dalam air (belakangan dia tahu, sekurangnya 30 menit), merasa lega karena tahu bahwa suami dan anak-anaknya akan baik-baik saja tanpa dirinya.sejumlah besar pemirsa di diskusi panel 2013 yang berjudul Rethinking Mortality (Merenungkan Mortalitas). Neal, penulis To Heaven and Back, menceritakan pengalamannya tenggelam selagi berkayak di Cili 14 tahun sebelumnya.