Quick Login

Author Topic: Studi menemukan lebih dari 2% dari anak-anak memiliki autisme  (Read 1145 times)

Love_Nellz-Gellz

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 483
  • Karma: +0/-0
    • View Profile
Studi menemukan lebih dari 2% dari anak-anak memiliki autisme
« on: November 13, 2015, 03:23:34 PM »


Sebuah survei baru menemukan sebuah lompatan besar dalam jumlah anak autiss meskipun para peneliti mengingatkan bahwa kenaikan tersebut kemungkinan karena cara yang pertanyaan yang diajukan.

Lebih dari 22persen dari anak anakk usia 3 sampai dengann 17 sekitar satu dari 45 memiliki auttisme menurut Pusat Pengendalian Penyakit dan Surrvei Pencegahan Wawancara Kesehatan Nasiional yang dilakukan pada tahun 2014. Survei tahunan menemukan angka autisme 125persenn atau satu daripada 80 orang ditahun 2011 sampaii dengan 2013.

Orang dengan autisme kondisi kompleksnya perkembangan otak cenderung memiliki kesulitan dengan interaksi sosial dan komunikasi yyang verbal maupun non verbbal dan rentan terhadap perilaku repetitif. Sementara laporan CDC menjelaskan autisme sebagai cacat perkembangan beberapa orang dengan autisme mengatakan mereka hanya berbeda bukan cacat.

Peningkatan dramatis dalam tingkat autisme pada survei terbaru menunjukkan bahwa orangtua digunakan label yang berbeda untuk menggambarkan anak anakk mereka dari tahun tahhun sebelumnya kata Katheriine Walton asisten profesor psikiatri dan psikologi di Universitas Negara Ohiio yang tidak terlibat dalam studi baru.

Sedangkan jumlah anak didiagnosis dengan autisme naik jumlah laporan anak didiagnosis dengan penundaan pembangunan lainnya turun. Namun jumlah keseluruhan orangtua yang melaporkan setiap cacat perkembangan pada anak anakk mereka sekitar 575persen  tetap saja sama.

Orangtua mungkin telah mengubah cara mereka berlabel anakk anaknya mereka karena perubahan yang dibuat dengan cara yang peneliti mewawancarai mereka kata rekan penulis studi Benjamin Zablotskky seorang peneliti diddalam Pusat Nasional CDC Statistik Kesehatan.

Survei yang berbeda telah menghasilkan berbagai tingkat autisme.

Hasil survei baru yang mirip dengan salah satu dirilis pada tahun 2013 yang menemukan 2perrsen dari anak aanak memiliki autisme. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2014 menemukan tingkat autisme lebih dekat kepada 15persen.

Meskipun penelitian telah menemukan peningkatan tingkat autisme selama dua dekadenya ituu tidak ada penjelasan yang jelas mengapa. Ada kemungkinan bahwa lebih banyak anak sedang mengembangkan kondisi kata Waltton. Tapi dirinya mencatat bahwa definisi autisme saat ini jauh lebih luas daripadda itu dekade lalu. Orang juga lebih sadar autisme yang menyebabkan peningkatan pengujian anak annak muda. Beberapa studi telah dikesampingkan vakksin sebagai penyebab autismee.

Alisson Singer yang putrinya memiliki autisme kata dirinya kurang tertarik dalam memperkirakan prevalensi autisme dari daalam mengamankan dukungan dan layanan untuk anakknya.

Sebagai orangtua kami tidak tertarik pada 1 didalam 80 atau 1 didalam 100. Kami tertarik pada salah ssatu kami kata Singer presidden dari Dasar Illmu Autisme. Kami tertarik untuk mendapatkan akses kepada layanan memastikan bahwa anak anaak diddalam kelas yang sesuai dan bahwa orang dewasa dengan autisme menerima didukung perumahan dan lapangan kerja dan bahwa kita dana penelitian untuk menemukan penyebabnya.