Quick Login

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - CangKuBaRai

Pages: [1] 2 3 ... 165
1
General Discussion / N’golo kante datang ke pernikahan supporter chelsea
« on: November 12, 2019, 01:47:57 PM »

Dedikasi supporter kepada tim favoritnya memang sudah seharusnya mendapat apresiasi yang lebih dari pihak tim itu sendiri, seperti kali ini yang ditunjukan oleh gelandang Chelsea. Seperti diberitakan bahwa pada beberapa waktu lalu N’golo Kante sempat menghadiri sebuah pernikahan dari seorang putri fans the blues.
Apa yang dilakukannya tentu semakin menunjukkan sifat kerendahan hati dan keramahan pemain asal prancis itu. Padahal belum lama ini Kante baru mengalami cedera di area engkelnya yang didapatnya saat sesi latihan, kondisi ini pun membuatnya terpaksa harus absen di dari beberapa pertandingan termasuk juga tak bisa membela timnas prancis di kualifikasi euro 2020 minggu ini.
Namun demikian, kondisi tersebut tak menghalanginya untuk datang ke sebuah acara pernikahan yang diadakan oleh salah satu fans Chelsea yang diketahui bernama Frank Khalid. Menurut kabar, Khalid memang sebelumnya sempat membuat undangan khusus untuk pernikahan putri kesayangannya, Henna Khalid, kepada Kante.
Namun ia tak pernah menyangka jika pemain berusia 28 tahun itu akan benar – benar hadir di sana, bahkan yang lebih mengejutkan lagi Kante tak sungkan untuk dimintai foto hingga tanda tangan dari para tamu di sana hingga acaranya berakhir. Kegembiraan bercampur rasa bangga itu pun kemudian diperlihatkan Khalid dengan mengunggah video Kante di acara pernikahan putrinya tersebut melalui akun twitternya,
Dalam video terlihat Kante yang sedang diperkenalkan kepada orang tua Khalid tepat sebelum ia mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin. Apa yang dilakukan kante ini benar benar bisa menjadi sebuah cara yang bisa ditiru para pemain lain. Karena itu bisa membangun hubungan emosional yang lebih kuat Antara fans dan juga tim yang mereka dukung serta pemain di dalamnya.

2
General Discussion / Ronaldo tak pakai lencana MVP Serie A
« on: November 12, 2019, 01:47:45 PM »

Menjadi pemain bola terutama yang benar benar bertalenta dan memiliki kemampuan hebat pasti akan membuat diri menjadi lebih dikenal. Di beberapa situasi bahkan pemain tersebut akan mendapatkan gelar dan penghargaan khusus karena talentanya dalam bermain bola dengan fantastis. Hal yang sama juga terjadi pada Ronaldo, akan tetapi kerendahan hati Ronaldo sebagai pemain memang menjadi hal yang unik dalam diri seorang Cristiano Ronaldo.
Meski baru bergabung dengan juve dalam semusim terakhir ini, namun Cristiano Ronaldo sudah bisa menunjukan permainan terbaiknya di liga italia. Dari total 43 penampilannya di semua laga Bersama si nona tua, Ronaldo sudah berhasil mencetak setidaknya 28 gol hingga mampu memberikan trofi untuk Juventus di musim kemarin. Tak hanya itu saja, ia bahkan langsung mendapatkan gelar pemain terbaik di Serie A dan sejak saat itulah ia berhak untuk menggunakan lencana MVP di jerseynya tepat pada bagian dada kiri.
Namun tak disangka, pemain asal Portugal itu justru tak mau mengenakan lencana kebanggaan semua pemain itu, ia menganggap jika lencana tersebut hanya akan membuat jarak dengan rekan di dalam timnya. Ia juga khawatir jika lencana tersebut bisa menimbulkan kesan seolah dirinya tak menghormati pemain lainnya di dalam tim,
Terlebih ia terbilang masih sangat baru bermain di turin. Aksinya tersebut pun sebetulnya bukanlah sesuatu yang dilarang di sana, pasalnya pihak Serie A sendiri memang tidak mengharuskan pemenang atas penghargaannya tersebut untuk memakai lencana di jerseynya.
Lencana ini hanya sebagai simbolis semata dan bentuk penghargaan pada pemain berbakat seperti yang diraih Ronaldo saat ini. Namun di luar itu semua, Ronaldo tetaplah bermain sangat apik, hal ini terbukti dari dua kesempatannya bermain membela juve dengan berhasil mencetak satu gol tepatnya ketika menghadapi Napoli.

3

Dalam sebuah kesempatan Diego Forlan sempat mengutarakan bahwasanya mantan timnya itu, Atletico Madrid, bakal memiliki peluang yang lebih besar untuk merebut gelar juara La Liga musim ini. Hal tersebut tentu sangat bertentangan mengingat Los Rojiblancos baru saja kehilangan pemain bintangnya yakni Antoine Griezmann yang baru saja memulai debutnya di Barca musim ini.
Selain itu kapten Diego Godin yang dipinjamkan ke Inter Milan. Namun kepergian kedua pemain itulah yang justru membuat Atletico semakin gencar dalam aksinya di bursa transfer musim panas kemarin, seperti yang paling menghebohkan adalah ketika Joao Felix direkrut dengan harga yang fantastis yakni mencapai 120 juta euro.
Performa sang pelatih Diego Simeone dalam memimpin tim ini juga dirasa sangat baik, hal ini terbukti dengan performa Atletico yang terlihat tidak mengalami penurunan meski telah ditinggalkan beberapa pemain hebatnya dan berhasil meraih 9 poin sempurna dengan rekor 100% kemenangan dalam tiga pertandingan yang telah dilalui, ini artinya Atletico tengah memimpin klasemen La Liga sampai sejauh ini.
Sang mantan pemain, Diego Forlan, juga meyakini jika masuknya pemain belia seperti Felix ini mampu memberikan angin segar dan semangat baru terlebih di lini depan Atletico. Ia juga sangat mendukung dan yakin jika Atletico nantinya bisa menjuarai La Liga musim kali ini, ia bahkan menilai real madrid dan Barcelona sudah mulai termakan usia yang pastinya akan semakin memberikan kesempatan bagi Atletico untuk meraih juara.
Tentu saja, itu bukanlah hal yang mudah bagi Atletico karena kita tahu bagaimana kemampuan dan juga reputasi kedua raksasa Barcelona dan real Madrid. Ini akan menjadi sebuah tantangan besar untuk Atletico namun jika berhasil akan menjadi sebuah poin penting untuk tim mereka di dalam sejarah.

4

Jika sebelumnya sangat santer diberitakan soal rencana Barca menarik kembali Neymar dari PSG bahkan sejak sebelum bursa transfer musim panas kemarin dimulai, namun hingga bursa transfer musim panas usai nyatanya tidak ada kabar resmi mengenai perpindahan pemain asal brasil tersebut ke Barcelona dan ia hingga saat ini masih bermain di PSG. Meski demikian, soal transfer pembelian pemain berusia 27 tahun itu sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal sebab mulai dari proses negosiasi awal pun terlihat sangat alot.
Seperti diketahui sebelumnya jika pihak PSG memang sudah cukup jengah dengan sikap pemainnya itu bahkan ini semakin terdukung dengan Neymar sendiri yang mengaku sudah tidak betah berada di timnya tersebut, tentu saja kondisi ini seharusnya bisa menjadi peluang terbaik untuk Barca jika ingin membeli Neymar.
Namun tampaknya transfer pemain itu tidak dilakukan dengan sungguh – sungguh oleh barca, terlepas dari harga Neymar sendiri yang dianggap terlalu mahal. Banyak pengamat pun yang menilai jika apa yang telah dilakukan oleh Barca hanya sebatas upayanya untuk membuat senang hati sang bintang, Lionel Messi,
Sebab seperti dikabarkan bahwa bintang Argentina itu sempat meminta sendiri agar manajemen mau menarik kembali Neymar sebagai teman duetnya di tim. Sedangkan sampai saat ini Neymar masih belum dimainkan oleh PSG sejak dimulainya ligue 1, ia juga dikabarkan tengah memiliki hubungan yang kurang baik dengan fans PSG itu sendiri.
Dari sini kita belum bisa menyimpulkan mengenai bagaimana nasib neymar berikutnya. Apakah ia akan benar benar kembali ke Barcelona atau ini hanyalah sebuah bualan dan sensasi belaka. Apapun hasilnya, sebaiknya kita berharap yang terbaik untuk neymar karena akan sangat sia sia sekali apabila pemain bertalenta seperti neymar tidak bermain di tim yang sesuai.

5
General Discussion / Pogba; Saya Pemain Paling Sering Mandapat Kritik
« on: November 11, 2019, 02:33:00 PM »


Dalam beberapa musim terakhir Pogba seperti tak hentinya mendapat kritik tajam atas performanya. Ia pun mengaku aneh ketika sebelumnya mendapat predikat pemain termahal dunia dan kini menjadi pemain paling dikritik di dunia.

Rekor transfer pemain termahal sudah dua kali dipecahkan dalam kurun kurang dari lima tahun. Rekor transfer termahal sendiri kini tengah disandang oleh Neymar saat didatangkan oleh Paris Saint-Germain dari Barcelona dengan biaya 222 juta euro.

Meski demikian Paul Pogba yang sebelumnya merupakan pemain termahal dunia saat didatangkan Manchester United dari Juventus tak sepi dari sorotan. Hal tersebut lantaran performanya dirasa jauh dari harapan mengingat MU harus mengeluarkan biaya sebesar 105 juta euro kala itu.

Kritik terbaru datang dari pelatih top Eropa, Fabio Capello. Ia menyebut jika menurunnya performa Pogba baik saat di Manchester United maupun timnas tidak lepas dari kondisi fisik yang dimilikinya. Oleh karena itu ia sependapat dengan langkah Juve melepasnya pada musim panas dua tahun yang lalu.

"Kenyataannya, Pogba membuat perbedaan di Italia," ujar Capello dikutip dari goal. "Akan tetapi tidak demikian di Inggris atau bahkan saat bertugas internasional [membela Prancis]."

"Itu karena kekuatan fisiknya. Dalam pandangan kami, mustahil untuk disesuaikan, namun ketika dia bermain di mana pun, dia tampak menjadi normal."

"Saya mau bilang, Juventus melakukan langkah fantastis dengan menjual dia di harga yang demikian [€105 juta]," tambah Capello.

Mendengar hal tersebut Pogba pun mengaku tidak terkejut. Ia justru menyatakan situasi tersebut sangat lucu mengingat ia menjadi pemain dengan predikat raja kritik dari yang sebelumnya pemain termahal dunia.

“Ini lucu. Saya beralih dari transfer termahal di dunia, menjadi pemain paling sering dikritik di dunia,” ujarnya dikutip dari Telefoot.

6
General Discussion / Keylor Navas Resmi Ganti PSG
« on: November 11, 2019, 02:32:43 PM »

Setelah membela Real Madrid selama 5 tahun, Keylor Navas akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan raksasa Ligue 1 asal Paris, Paris Saint Germain. Hal ini merupakan barter antara Navas dan Aerola. Jika Aerola hanya dipinjam maka Navas resmi bergabung dengan PSG secara permanen. Aerola hanya dipinjam selama satu musim saja. Selanjutnya, sang pemain tidak dapat dikontrak meskipun Madrid ingin melakukannya karena, PSG telah memagari sang pemain agar tidak dapat dikontrak.
Keputusan ini menjadi keputusan besar bagi Madrid dalam melepas Navas ke PSG karena ia merupakan sosok yang berjasa besar dalam mengantarkan Madrid meraih sejumlah gelar dalam 5 tahun terakhir. Selama membela Madrid, Navas telah mencetak sejumlah prestasi. Salah satu prestasi yang mencengangkan adalah saat ia sukses membawa Madrid meraih gelar UCL sebanyak 3 kali berturut-turut dibawah asuhan Zinedine Zidane.
Setelah Ronaldo hengkang, Madrid sempat berada di ujung tanduk karena permainan yang tidak stabil. Navas juga sempat menjadi pilihan kedua di Madrid karena, Thibaut Courtois lebih diandalkan. Namun, hal ini berbalik 180 derajat karena, Courtois sama sekali tidak dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama berada di Madrid. Karena itu, Madrid sempat kesulitan dalam mengimbangi permainan lawan mereka baik di La Liga maupun pentas Liga Champion.
Navas sempat diisukan akan hengkang karena, ia mengaku tidak betah karena selalu dicadangkan. Hal itu akhirnya terjadi juga karena, Navas akhirnya resmi hengkang ke klub lain. Tentunya, hal ini membuat sang pemain berhasil menemukan klub yang tepat bagi dirinya. Lewat situs resmi Madrid, Madrid mengumumkan kepergian sang pemain ke PSG. Madrid juga mengucapkan terima kasih atas jasa sang pemain selama membela Madrid karena, ia sukses membawa Madrid meraih sejumlah gelar selama ia berada disana.

7


Sejak digulirkan dengan format seperti sekarang ini, yaitu pada tahun 1929 silam, pentas Serie A Italia dianggap mempunyai panggung tersendiri yang mampu menarik banyak pesepakbola dari seluruh dunia untuk berkarir di Seria A, Italia.

Jika Liga Primer Inggris kekinian sangat piawai mengemas pertandingan sepakbolanya sebagai perkembangan industri, Serie A Italia dianggap tetap mempertahankan daya tarik liga sepakbolanya tanpa harus jor-joran membeli pemain-pemain berkualitas nan mahal.

Panggung Serie A Italia memang memiliki magnet tersendiri. Terlepas dari kondisi saat ini yang kalah pamor misalnya dengan Liga Primer Inggris, dan Liga Spanyol, Serie A pada faktanya masih bisa menarik pemain muda yang bertalenta dari seluruh dunia. Bahkan dari sejumlah data pemain yang pernah berkiprah di Serie A Italia, pemain yang berasal dari 5 benua di dunia ini pernah bermain di sana.

Minus negara di kawasan Asia Tenggara, benua Asia pernah kirimkan wakilnya untuk bermain di Serie A Italia. Nama Hidetoshi Nakata, Hiroshi Nanami, sampai Keisuke Honda ialah pemain Jepang yang bermain di Serie A Italia. Dari Korea Selatan tercatat ada nama Ahn Jung-hwan, pemain yang kemudian menjadi tokoh antagonis di sepakbola Italia pasca Piala Dunia 2002.

Menariknya, panggung Serie A Italia juga menjadi tempat bagi sejumlah pemain yang berasal dari wilayah atau negara yang terdengar asing di telinga. Pernah mendengar nama wilayah Reunion? Wilayah yang berada di Samudra Hindia ini tercatat pernah mengirimkan pesepakbola terbaiknya bermain untuk klub Verona pada musim lalu.

Berikut 5 Fakta Negara atau wilayah 'asing' yang mengirimkan pemainnya bermain di Serie A Italia:

1. Somalia
Negara Somalia mungkin tidak terlalu asing untuk didengar. Sayangnya negara yang terletak di benua Afrika ini lebih banyak dibicarakan orang karena konflik dan bencana kelaparan. Meski dikepung oleh banyak permasalahan dalam negeri yang membuat negara ini dianggap sebagai negara terbelakang, pesepakbola negeri ini ternyata pernah bermain di Serie A Italia.

Anda mungkin tahu Ayub Daud, tapi tidak memperkirakan jika Ayub Daud adalah pesepakbola kelahiran Mogadishu, Somalia yang pada 2008 lalu direkrut raksasa Serie A Italia, Juventus. Pemain berposisi sebagai penyerang ini membela Juventus hingga musim 2013. Sayang selama 6 tahun berjersey Juventus, pemain kelahiran 1990 ini hanya 1 kali turun. Pada 14 Maret 2009, ia masuk sebagai pemain pengganti kala Juventus bertemu dengan Bologna. Ia masuk menggantikan penyerang Juventus saat itu, Sebastian Giovinco pada menit ke-38 babak pertama.

Sisanya ia lebih banyak dipinjamkan Juventus ke banyak klub. Pada musim 2009/10, ia dipinjamkan ke FC Crotone, setelah itu Ayub dipinjamkan ke Lumezzane, pada musim 2010/11, Ayub kembali dipinjamkan ke Cosenza. Dan saat ini, Ayub Daud telah meninggalkan sepakbola Italia dengan memilih klub Hongaria, FC Budapest pada tahun 2014 silam.

2. San Marino
Sebagai negara yang wilayahnya berada di Italia, San Marino sejak 1990 dikategorikan oleh Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC) sebagai tim nasional asing, artinya pemain San Marino yang bermain di Serie A masuk dalam kategori pemain non Italia. Menariknya meski berada di wilayah Italia, San Marino tercatat hanya mengirimkan dua pemain untuk bermain di Serie A Italia. Itu pun terjadi di era 80-an dan 90-an.

Ialah Massimo Bonini dan Marco Macina, pemain kelahiran San Marino yang pernah bermain di Serie A Italia. Bonini memulai kiprah di Serie A Italia saat direkrut Juventus dari Cesena pada 1981. Bonini termasuk sukses bermain di Juventus. Pemain berposisi sebagai gelandang bertahan ini tercatat telah memainkan 192 pertandingan dan mencetak 5 gol. Pada 1988, Bonini memutuskan hijrah dari Juventus ke Bologna.

Bersama Bologna, pemain yang mempersembahkan gelar 3 Scudetto, 1 Coppa Italia, 1 Piala Winners, 1 Liga Champions bersama Juventus ini bermain sebanyak 112 kali bersama Bologna sebelum memutuskan pensiun pada 1992 lalu. Jika Bonini terbilang sangat sukses, hal berbeda justru dialami oleh Macina. Macina memulai debutnya di Serie A Italia bersama Bologna, sebelumnya ia memang tercatat sebagai pemain di akademi Bologna.

Macina yang sempat bermain untuk Timnas Italia U-16 pada 1980 ini hanya memainkan 24 pertandingan bersama Bologna dari 1981-1983. Macina juga sempat tercatat membela AC Milan pada 1985/86, sayang di Milan ia hanya bermain sebanyak 5 kali. Posisinya sebagai gelandang serang kalah pamor dengan gelandang AC Milan lainnya kala itu seperti Agostino Di Bartolomei ataupun Andrea Icardi.

3. Reunion
Dilansir dari situs pemerintah Prancis, Reunion masuk dalam satu dari empat departemen luar negeri Prancis. Secara de jure, Reunion sesuai dengan Undang-Undang di Prancis masuk dalam kategori wilayah terluar dari Uni Eropa namun masuk dalam zona Euro. Reunion terlerak di wilayah Samudra Hindia. Pada abad ke-17, pulau ini banyak dihuni oleh orang-orang pelarian dari Prancis, Madagaskar, dan Afrika. Dan, meski terdengar asing di telinga, wilayah yang memiliki keindahan alam liarnya ini ternyata pernah mengirimkan putra aslinya untuk bermain di Serie A Italia.

Samuel Souprayen merupakan pemain dari Reunion yang tercatat membela Verona sejak awal musim 2015. Sebelum membela Verona pada musim lalu, pemain kelahiran 18 Februari 1989 membela klub divisi dua Liga Prancis, Dijon B. Pemain berposisi sebagai bek ini memulai karirnya bersama akademi CASCOL Oullins ini juga sempat bermain di Ligue 1 Prancis bersama Rennes dari 2008 hingga 2011. Bersama Verona musim lalu, Souprayen tercatat bermain sebanyak 17 kali.

Souprayen juga terdaftar sebagai pemain Timnas Prancis usai muda. Ia memulai debutnya bersama Timnas Prancis di kategori umur 18 tahun pada 2006 silam. Pada 2010 lalu, Souprayen tercatat membela Timnas Prancis U-21.

4. Kosovo
Setali tiga uang dengan Somalia, mendengar nama Kosovo, orang akan selalu beranggapan dengan negara yang tengah berkecamuk akibat konflik horizontal di dalam negeri mereka. Sebagai negara muda yang merdeka pasca Yugoslavia dan Serbia, Kosovo lebih banyak diberitakan karena hal-hal negatif. Mulai dari konflik etnis hingga perseteruan politik dengan Serbia yang sedari awal memang tak pernah mengakui kemerdekaan Kosovo.

Meski begitu, Kosovo boleh berbangga, pasalnya pesepakbola mereka tercatat pernah bermain di salah satu kompetisi elit Eropa, Serie A Italia. Kiper kelahiran Vushtrri (wilayah yang dulu masuk Yugoslavia), Samir Ujkani ialah pemain asli Kosovo yang pernah membela sejumlah klub Serie A Italia.

Ujkani tercatat pernah membela Palermo, Chievo, Novara, dan Genoa. Namun hanya di Palermo dan Novara, Ujkani tercatat pernah merumput.  Ujkani datang ke Italia saat tercatat sebagai pemain di akademi Palermo pada 2007. Bersama Palermo dari 2007 hingga 2015 lalu, kiper berusia 28 tahun ini tercatat telah bermain sebanyak 34 kali. Pada 2009, Ujkani dipinjamkan ke Novara. Saat Novara promosi ke Serie A Italia setelah 55 tahun pada 2011 lalu, Ujkani tercatat sebagai kiper andalan klub yang bermarkas di Stadion Silvio Piola tersebut.

5. Guadeloupe
Selain Reunion, Guadeloupe merupakan departemen luar negeri Prancis yang terletak di Laut Karibia. Sama dengan Reunion, Guadeloupe juga masuk dalam wilayah zona Euro, mata uang yang berlaku di sana juga Euro. Kepulauan yang mengandalkan komoditi pisang sebagai salah satu sumber perekonomian mereka pada era 90-an pernah mengirimkan putra asli mereka untuk bermain bersama Ivan Zamorano, Paul Ince, Giuseppe Bergomi, hingga Javier Zanetti di Inter Milan.

Ialah Jocelyn Angloma putra asli Guadeloupe yang membela Inter Milan pada 1996/1997. Bersama Inter, pemain berposisi sebagai bek ini bermain sebanyak 30 kali dan mencetak 1 gol. Sebelum bermain bersama Inter Milan, pemain kelahiran 07 Agustus 1965 ini memulai karirnya di Serie A bersama Torino pada 1994 silam. Di klub kota Turin tersebut, Angloma bermain sebanyak 60 kali dan mencetak 7 gol.

Angloma juga tercatat pernah membela sejumlah klub Prancis seperti Rennes, Lille, Paris Saint Germain, dan Marseille. Pada 1997 setelah kontraknya bersama Inter berakhir, ia membela Valencia sampai 2002.

8
General Discussion / 5 Fakta Simon Mignolet
« on: November 11, 2019, 02:31:30 PM »

Simon Mignolet merupakan kiper kelahiran Belgia yang kini memperkuat Liverpool. Kemampuannya di bawah mistar gawang Liverpool sempat meragukan akibat penampilannya yang inkonsisten.
Di musim 2015/2016, Simon Mignolet sempat menjabat sebagai kiper utama Liverpool. Sayangnya, penampilan sang pemain yang kurang meyakinkan membuat Klopp bergegas mencari pelapis sang pemain. Akhirnya, ia mendatangkan Loris Karius untuk musim 2016/2017.
Nyatanya, Karius juga tampil kurang meyakinkan di awal liga. Hal ini membuat Klopp memilih Mignolet yang mampu mengemban tugasnya dengan baik sebagai kiper Liverpool di paruh kedua musim 2016/2017.
Performa Mignolet yang terlihat meyakinkan dalam beberapa laga terakhir membuat Klopp lebih memilih Mignolet untuk sering mengisi posisi penjaga gawang The Reds
Seorang polyglot dan lulusan sarjana ilmu social dan politik
Meski berkarir di dunia sepakbola, Simon Mignolet tidak melupakan studinya. Ia mampu mendapatkan gelar sarjana di bidang ilmu politik.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai polyglot atau orang yang mampu menguasai banyak bahasa. Ia mampu berbicara dalam 5 bahasa yakni, Vlaams (bahasa Belgia-Belanda), Jerman, Belanda, Perancis, dan Inggris.
Pemain Belgia pertama yang membela Liverpool
Pada tanggal 25 Juni 2013, Simon Mignolet resmi bergabung dengan Liverpool dengan nilai transfer 9 juta euro dari Sunderland.
Hal tersebut mengukuhkannya sebagai pemain Belgia pertama yang membela Liverpool. Setelah itu, baru muncul Christian Benteke dan Divock Origi yang akhirnya turut bergabung dengan Liverpool.
Jago menepis tendangan penalty
Penyelamatan yang dilakukan oleh Simon Mignolet terhadap tendangan penalty Jamie Vardy dalam laga kontra Leicester City semakin meneguhkan statusnya sebagai salah satu kiper yang ahli dalam menepis tendangan penalty.
Dilansir dari Mirror, sang pemain telah menepis 10 tendangan penalty. Torehan sang pemain bahkan mengalahkan torehan 3 kiper top Liga Inggris jika digabungkan yakni, Petr Cech, Thibaut Courtois, dan Peter Schmeichel.
Pernah mencetak gol lewat titik penalty
Semasa membela mantan klubnya, Sint Truden, sang pemain pernah berkontribusi dengan mencetak gol bagi timnya dalam pertandingan tersebut.
Lewat titik penalty, ia mampu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-88. Gol tersebut juga membuat skor pertandingan menjadi 5-1 yang berbuah kemenangan bagi Sint Truden.
Memulai karirnya di Belgia pada usia 18 tahun
Simon Mignolet bergabung dengan Sint Truden ketika usianya menginjak 18 tahun, tepatnya pada tahun 2006. Kala itu, sang pemain sudah menjadi bagian dari skuat utama Sint Truden.
Penampilannya yang bagus membuatnya mampu membawa Sint Truden meraih gelar Liga Belgia divisi kedua. Selain itu, ia juga mendapatkan gelar individual, Kiper terbaik Belgia pada tahun 2009.
5 Fakta Nikola Kalinic
AC Milan akhirnya resmi menggaet pemain ke-11 mereka, Nikola Kalinic. Pemain berusia 29 tahun tersebut dianggap sebagai seorang pemain yang pas untuk lini serang Milan.
Banderol 100 juta euro yang dipasang oleh Torino untuk Andrea Belotti membuat AC Milan perlahan mundur dari perburuan Belotti. Milan akhirnya mengarahkan target mereka dengan menggaet Nikola Kalinic dari Fiorentina.
Menurut Marco Fassone, Kalinic dikabarkan akan menjadi pembelian terakhir Milan. Dengan Kalinic, Milan telah memiliki 11 pemain baru yang berguna untuk mengarungi beragam kompetisi di musim yang baru.
Milan mengeluarkan kocek hingga 25 juta euro untuk menggaet Kalinic. Dengan demikian, total uang yang telah dikeluarkan oleh kubu San Siro mencapai 200 juta euro lebih untuk bursa transfer musim ini.
Il Rossonerri tentunya memiliki alasan tersendiri kenapa mereka berani untuk menggaet Nikola Kalinic yang masih asing ditelinga kita. Selain itu, akan ada banyak fakta menarik lainnya yang terangkum dalam 5 Fakta Nikola Kalinic.
Memulai karirnya di Hajduk Split
Kalinic memulai karir sepakbolnya di Hajduk Split, Kroasia. Sang pemain menghabiskan waktu selama 4 tahun disana. Ia langsung memulai debutnya di Prva HNL atau divisi satu Liga Kroasia pada usia 17 tahun.
Untuk mengembangkan kemampuannya, ia dipinjamkan ke Pula dan Sibenik. Di 2 klub tersebut, sang pemain hanya bertahan satu musim saja. Meski hanya semusim, sang pemain mulai berkembang dan menemukan kemampuan mencetak gol serta skill yang mumpuni.
Sempat Memperkuat Blackburn Rovers
Sang pemain sempat bergabung dengan Blackburn Rovers di tahun 2009. Kalinic dikontrak selama 4 tahun tapi, ia hanya bertahan hingga tahun 2011 saja. Hal ini dikarenakan hengkangnya Sam Allerdyce sehingga, posisi Kalinic tergusur kala Steve Kean mengambil alih tampuk kepelatihan Blackburn.
Selama berseragam Blackburn Rovers, Kalinic telah mencetak 53 caps serta 13 gol dalam 2 tahun kebersamaannya bersama Blackburn.
Pamornya meningkat di Dnipro
Nama Kalinic baru mulai dikenal banyak orang saat berseragam Dnipro Dnipropetrovsk. Disana, sang pemain memperkuat klub tersebut selama 4 tahun.
Ia membukukan 125 caps serta 49 gol. Selain itu, performa sang pemain terlihat sangat bagus dan ia akhirnya dipilih sebagai bagian utama dari skuat Dnipro.
Salah satu pencapaian terbesar yang dibukukan oleh kalinic adalah kala bisa membawa Dnipro hingga lolos ke babak final Liga Europa tahun 2015. Mereka harus kalah atas Sevilla dengan skor 2-3 di laga final yang diselenggarakan di Warsawa, Polandia.
Langganan masuk timnas Kroasia
Nikola Kalinic terbilang cukup sering masuk timnas Kroasia. Sejak muda, ia sudah dipanggil masuk ke timnas Kroasia U-16 pada tahun 2003. Setelah itu, sang pemain langganan masuk ke timnas Kroasia mulai dari U-17,U-18,U-19,U-20, dan U-21.
Kemampuan sang pemain yang bagus membuat ia masuk ke tim utama Krosia pada tahun 2008. Kala itu, ia juga masih menjadi bagian dari timnas Kroasia U21.
Memulai karirnya di Serie A sejak tahun 2015
Kalinic bergabung dengan Fiorentina pada tahun 2015. Laga debutnya kontra AC Milan berakhir dengan manis saat membawa Fiorentina menang dengan skor 2-0.
Sang pemain juga sempat mencetak hat-trick kontra Inter Milan pada 27 September 2015 yang membawa Fiorentina mengantongi 3 poin sekaligus membawa mereka menempati puncak klasemen yang merupakan posisi tertinggi sejak musim 1998-1999.
Menjelang bursa transfer musim ini, Kalinic masuk kedalam radar Milan. Kalinic akhirnya resmi menjadi bagian dari Milan dengan status pinjaman dan opsi untuk membelinya.

9
General Discussion / Kerinduan Fans Barcelona akan Lionel Messi
« on: October 02, 2019, 02:43:01 PM »

Bagi para fans Barca saat ini pasti tahu kalau dalam beberapa pertandingan yang terjadi dengan Barcelona mereka tidak menyertakan pemain terbaik mereka. Ya lionel messi memang sudah absen selama 2 pertandingan. Messi tidak bisa bermain karena masalah kesehatan yang menimpa dirinya dan itu memang cukup membuat dirinya untuk absen dalam pertandingan untuk membela Barcelona.
Dari dua laga yang sudah dilalui Barca sejak dimulainya La Liga musim ini, tidak terlihat sama sekali kehadiran bintang terbaiknya yakni Lionel Messi. Diketahui bahwa hal tersebut terjadi lantaran pemain asal argentina itu tengah dilanda cedera di bagian betisnya tepat saat fase akhir sesi pramusim yang lalu.
Namun menurut kabar yang beredar dirinya sudah mulai muncul lagi ke public pada sesi latihan minggu kemarin meski pada awalnya ia telah digosipkan akan membela Barcelona pada laga melawan Real Betis di hari senin kemarin. Pada laga yang berlangsung di Camp Nou tersebut memang Messi Nampak hadir di sana, namun ia hanya duduk saja di tribun tanpa turun bermain sama sekali.
Kini nampaknya para fans akan segera melihat kembali aksi Messi setelah ia dikabarkan telah siap untuk membela Barca di laga selanjutnya yang rencananya akan berlangsung di Stadion El Sadar pada sabtu dini hari esok. Namun demikian kabar tersebut masih belum bisa dibenarkan sepenuhnya, hal ini disebabkan oleh kabar terbaru yang menyebutkan bahwa progress kesembuhan La Pulga tak berjalan sesuai harapan.
Menurut tim medis di sana Messi diperkirakan akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa sembuh dan siap bermain lagi. Sebagai pelatih, Ernesto Valverde pastinya juga tak mau mengambil resiko yang lebih buruk, jika demikian maka bisa dipastikan jika pemain berusia 32 tahun itu pun baru benar – benar bisa dimainkan pada laga melawan Valencia tepat 15 september nanti.

10

Kondisi real Madrid saat ini memang tidak terlalu sempurna. Semenjak kehilangan pemain megabintang mereka yaitu Cristiano Ronaldo ke Juventus, Real Madrid saat ini memang butuh banyak adaptasi dan penyesuaian untuk bisa bangkit kembali menjadi salah satu tim yang paling ditakuti. Hal yang paling hangat saat ini mengenai real Madrid sendiri adalah mengenai babak pertama di Bernabeu.
Pada pertandingan terakhirnya Real Madrid sangat terlihat tak berdaya, bahkan laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu tersebut skuad asuhan Zidane itu Nampak tak sanggup menguasai pertandingan sejak di babak pertama. Tidak hanya pada laga itu saja, Madrid juga banyak dinilai sudah tak sehebat dulu bahkan pada laga di kandang sendiri sejak kepergian gelandang asal Portugal, Christiano Ronaldo.
Lebih parahnya lagi kini Madrid seolah mulai ditinggalkan para fans setianya, dukungan semakin sepi yang membuat Santiago Bernabeu jadi tak angker lagi untuk tim lawan. Menurut data yang ada, Madrid hanya mampu memperoleh 40 kemenangan saja dari total 55 pertandingan yang sudah dilalui tepat sejak kepemimpinan dipegang oleh Zinadine Zidane.
Dari data tersebut juga tercatat hanya ada 31 kali kemenangan yang diperoleh Madrid sejak babak pertama, sedangkan kemenangan yang dimulai pada babak kedua hanya sejumlah 9 pertandingan saja dan menyisakan 9 hasil imbang serta kekalahan sebanyak 6 kali.
Dengan data tersebut maka bisa dipastikan Real Madrid hanya mampu mengoleksi setidaknya 36 poin saja dari total 72 poin yang ada dari seluruh laga tersebut. Selain itu Madrid juga hanya mampu mendapatkan hasil pertandingan terbaiknya di musim lalu pada beberapa laga saja, seperti saat menjamu Leganes 4-1, Alaves 3-0, dan Athletico Bilbao 3-0, di luar itu Madrid hanya bisa menang tipis.

11
General Discussion / Australia Gunakan VAR Musim Depan
« on: October 02, 2019, 02:41:57 PM »

Pro kontra terkait penggunaan teknologi VAR sepertinya tidak akan membuat liga Australia mengurungkan niat untuk menggunakan teknologi yang menggunakan rekaman ulang tersebut. Diyakini teknologi tersebut akan segera digunakan mulai musim depan.
Video Assistant Referee yang disingkat VAR merupakan sistem terbaru dalam dunia sepakbola. Teknologi ini akan mengandalkan video rekaman untuk mengambil beberapa keputusan selama pertandingan berlangsung
Teknologi VAR tersebut biaa digunakan untuk mengambil keputusan-keputusan yang rancu seperti penilaian seorang pemain melakukan pelanggaran offside ataukah tidak. Selain itu tayangan ulang di pinggir lapangan tersebut juga akan membantu wasit untuk menentukan gol atau tidaknya sebuah kesempatan tipis seperti posisi bola ketika terjadi kemelut di depan gawang.
Namun dengan kelebihan yang disebutkan diatas banyak pihak yang merasa jika teknologi tersebut sangat merusak ideologi sepakbola.
Hal tersebut dikarenakan semua pelaku sepakbola harus berhenti beberapa saat menunggu wasit melihat video, berunding dengan wasit lain, dan menentukan keputusan. Tentu dengan proses yang rumit dan lama tersebut akan mengganggu jalannya pertandingan.
Dengan adanya "gangguan" tersebut, tensi pertandingan tentu akan menurun serta konsentrasi pemain juga terpecah. Selain itu kinerja wasit ditakutkan tidak akan maksimal karena hanya akan mengandalkan video tayangan ulang tersebut untuk mengambil keputusan.
Namun semua itu tidak menurunkan niat Liga Australia untuk segera menggunakan teknologi VAR pada liga mereka. Diberitakan liga negeri kanguru tersebut sangat antusias untuk menjadi kompetisi liga di dunia  pertama yang akan menggunakan teknologi tersebut.
Keputusan manajemen A-League sendiri menyatakan jika semua tim serta stafnya sudah mencapai kata sepakat untuk menggunakan sistem tersebut. Penggunaan VAR sendiri akan dimulai pada sejak wal liga yang jatuh pada tanggal tujuh April 2017 nanti.
VAR sendiri baru diuji pada gelaran Piala Dunia Antar Klub beberapa minggu yang lalu. Pada kompetisi tersebut Real Madrid berhasil menjadi juara sebagai perwakilan Eropa. Dan tentu saja, dalam pagelaran tersebut tidak sedikit anak asuh Zidane yang mengkritik teknologi tersebut.

12
General Discussion / Ronaldo Enggan Menjadi Pelatih
« on: October 02, 2019, 02:41:46 PM »

Keberhasilannya tahun ini dalam meraih berbagai gelar baik individu maupun bersama timnas dan klub menjadikan Ronaldo pantas menyandang gelar pemain terbaik dunia. Namun akankah kelak kiprahnya akan berlanjut sebagai pelatih?
Rentetan penghargaan menghiasi perjalanan mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Keberhasilannya membantu klub menyabet gelar liga Champions serta Piala Dunia Antar Klub serta torehan manis dengan membawa Portugal memenangi Piala Eropa tahun membuatnya selalu menjadi kandidat terkuat dalam perebutan trofi individu musim ini.
Setelah berhasil meraih gelar pemain terbaik Eropa dan pemain terbaik dunia versi Ballon d’Or, kemarin pemain berusia 31 tahun tersebut berhasil menggondol gelar sebagai pemain terbaik dunia versi FIFA. Dirinya mengalahkan Lionel Messi serta Antoine Griezmann pada gala yang diadakan langsung di markas FIFA di Swiss.
Hal tersebut tentu menjadikan tahun 2016 seakan menjadi milik eks pemain United tersebut. Seusai pelaksanaan gala tersebut Ronaldo pun diserang berbagai pertanyaan. Salah satunya adalah kemungkinan sang pemain berjuluk CR7 tersebut untuk menjadi pelatih ketika pension nanti.
Menanggapi pertanyaan tersebut, dengan nada terkejut Ronaldo menjawab sepertinya untuk menjadi pelatih akan sangat sulit. Namun dirinya juga menambahkan jika tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha. Dirinya juga mengatakan, “tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk saya, tapi untuk saat ini saya (Cristiano) tidak melihat diri saya akan menjadi pelatih.”
Terkait keberhasilannya meraih menyapu berbagai gelar, kapten timnas Portugal tersebut mengatakan semuanya berkat kerja keras yang selama ini dia lakukan. Selain itu pilihannya untuk pindah ke Real Madrid juga menjadi salah satu pendukung dirinya untuk mampu meraih berbagai gelar tersebut. “Madrid merupakan tim terbaik di dunia, ini memberikan kesempatan bagi saya untuk meraih berbagai gelar yang ada”, tambah sang pemain.
Kendati sudah menginjak usia 31 tahun, namun hal tersebut tidak menjadikan sang pemain menunjukkan penurunan performa permainannya.

13

Jorge mendez yang merupakan agen dari Pemain megabintang Cristiano Ronaldo sepertinya tidak hanya ikut mengurusi apa yang terjadi untuk Ronaldo saja. Karena berdasarkan berita yang beredar saat ini, ia ikut turut ambil bagian dalam membantu Real Madrid untuk mendapatkan pemain baru. Pemain yang dimaksud tidak lain adalah Bruno Fernandez pemain sporting lisbon.
Mendez dikabarkan sedang mengatur obrolan soal proses transfer Bruno Fernandes dengan Sporting Lisbon dan Real Madrid. Seperti diketahui bahwa Bruno Fernandes merupakan salah satu pemain paling diincar dalam bursa transfer musim panas kali ini, ia bahkan sudah mulai disangkutpautkan dengan beberapa klub raksasa seperti salah satunya yakni Manchester United.
Kendati demikian sampai dengan masa transfer di liga primer tersebut telah ditutup belum ada kabar kepastian dari MU atas pemain asal Portugal itu, hingga pada akhirnya sekarang Fernandes justru ramai digosipkan hubungan dekatnya dengan Real Madrid, terlebih dengan kabar terkait Jorga Mendes yang tengah menjadi mediator dalam proses negosiasi antara Sporting Lisbon dan real madrid.
Sementara itu Mendes juga bukanlah agen biasa, pasalnya jauh sebelum kabar Bruno Fernandes kali ini ia pun juga yang menjadi agen atas Christiano Ronaldo yang dulu pernah menjadi skuad Madrid. Tentu dengan adanya kabar tersebut maka semakin jelas bahwa Fernandes digadang – gadang akan menjadi alternative terbaik sebagai pengganti Pogba, seperti diketahui bahwa Paul Pogba merupakan pemain yang selama ini diinginkan oleh sang pelatih Madrid, Zinadine Zidane dalam memperkuat skuadnya.
Dikabarkan telah beberapa kali Madrid melayangkan tawarannya kepada MU untuk pemainnya tersebut namun hingga saat ini dari pihak MU sendiri masih belum merespon tawaran tersebut, dengan demikian maka mungkin saja kali ini Bruno Fernandes akan menjadi alternative terbaik bagi Zidane selain Pogba.

14
General Discussion / Frenkie De Jong masih harus buktikan potensinya
« on: October 01, 2019, 02:28:58 PM »

Frankie De Jong sepertinya masih harus bisa membuktikan potensinya sebagai gelandang dan juga pemain muda terbaik. Ya saat ini De Jong adalah pemain gelandang baru di Barcelona. Setelah permainannya yang apik di liga champions beberapa saat yang lalu, ia mulai mendapatkan banyak sorotan dan kini bermain untuk Barcelona sebagai gelandang terbaru.
Seperti pemain lain pada umumnya yang mendapatkan tim barunya, Frenkie de Jong juga masih Nampak berusaha untuk beradaptasi dengan Barcelona, hal ini bisa dilihat dari pola permainannya yang sejauh ini belum menampakkan performa terbaiknya. Seperti yang sudah diketahui bahwa De Jong menjadi pembelian terbaik yang pernah dilakukan barca sepanjang musim kemarin,
Diberitakan bahwa proses transfernya dari Ajax Amsterdam ke Barcelona telah mencapai kesepakatan sejak awal tahun 2019 ini namun ia baru meninggalkan tim lamanya tersebut pada akhir musim lalu. Di awal kedatangannya, De Jong sudah disamakan dengan pemain lama barca yakni Iniesta dan Xavi, namun cukup disayangkan karena hingga saat ini ia belum mampu bermain dengan cukup baik.
Di sisi lain, Marc Overmars yang merupakan direktur Ajax mengakui hal tersebut, ia memaklumi atas apa yang tengah dirasakan oleh mantan pemainnya itu. Overmars juga meyakini jika buruknya performa De Jong akan segera berakhir hingga ia benar – benar mampu menunjukkan kualitasnya, ia menganggap ini semua hanya soal waktu untuk kapan De Jong bisa mulai membuktikan permainan terbaiknya.
Di samping itu juga Overmars berharap jika proses adaptasi De Jong bisa segera berakhir dan tentu saja semua itu harus membutuhkan campur tangan dari sang pelatih saat ini, Ernesto Valverde. Ia juga menambahkan bahwasanya posisi terbaik untuk mantan pemainnya tersebut sangat bergantung pada sang pelatih, Valverde lah yang seharusnya menentukan posisi terbaik untuk De Jong nanti.

15

Kasus yang kali ini memang cukup pelik. Bagaimana tidak? Karena selain cukup besar, kasus kali ini juga bahkan menyeret tim sebesar Tottenham hotspur. Ya benar sekali, kasus yang akan dibahas kali ini adalah bagaimana seorang Christian Eriksen membuat permasalahan yang cukup pelik karena ia tidak mau untuk meneken kontrak baru, dan ini juga menyeret Tottenham akhirnya.
Kasus yang menimpa Christian Eriksen nampaknya telah menempatkan Tottenham pada situasi yang sulit, bahkan menurut kabar yang berkembang timnya itu justru diminta untuk menghukumnya Eriksen untuk dibangkucadangkan usai menolak kontrak barunya. Seperti diketahui bahwa Eriksen dan timnya, Tottenham, memang sedang dalam kondisi yang sulit. Hal ini diyakini karena keinginan Eriksen untuk berpindah tim namun justru timnya saat ini masih belum rela melepas pemainnya tersebut.
Padahal menurut perjanjian kontrak lamanya, pemain asal Denmark itu masih terikat kontrak bermain dengan Tottenham setidaknya hingga 30 juni tahun 2020 nanti. Situasi ini pun semakin membelit Tottenham pasalnya tim tersebut dikabarkan terancam akan kehilangan pemainnya itu tanpa mendapatkan apa – apa, hal ini jelas dikarenakan Eriksen tak mau menandatangani kontrak barunya dengan Tottenham.
Dalam laga pramusim liga primer 2019/2020 ini Eriksen memang masih bermain untuk Tottenham, namun pemain berusia 26 tahun itu tidak memiliki hubungan yang baik dengan timnya. Kepada sebuah media setempat, seorang fans Tottenham bahkan meminta tim favoritnya tersebut untuk menghukum pemain depannya itu.
Ia merasa Eriksen tak mampu memberikan kontribusi yang baik untuk timnya. Fans yang diketahui bernama Steve itu pun meyakini jika Eriksen tengah tergiur dengan ajakan bermain dari tim lain, ia juga menyebutkan bahwa tim yang sedang merayu Eriksen adalah Manchester United dan Real Madrid.

Pages: [1] 2 3 ... 165