Quick Login

Author Topic: 5 Film Dokumenter Dunia Prostitusi Terpopuler  (Read 2521 times)

taokenoi

  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 371
  • Karma: +0/-0
    • View Profile
5 Film Dokumenter Dunia Prostitusi Terpopuler
« on: June 01, 2015, 07:13:04 PM »
Maraknya kasus porstitusi yang terjadi di berbagai belahan dunia yang banyak menelan korban paling utama para kaum wanita dan menjadi korban dari kasus perdagangan manusia yang dilatar belakangi oleh besarnya tekanan masalah ekonomi sehingga membuat para wanita bersedia menerima tawaran-tawaran yang diterima sebagai bentuk peluang kerja menggiurkan di suatu lokasi dengan jumlah gaji tinggi sampai kaum wanita tergiur untuk melakukannya, akan tetapi pada kenyataan yang terjadi bahwa wanita tersebut sebenarnya telah dibohongi dan tawaran kerja tersebut tidak pernah ada dan yang ada adalah kerja lembah hitam yang mengharuskan mereka melayani para lelaki hidung belang. Sudah pasti wanita tersebut dengan terpaksa karena adanya ancaman dan perlakukan kasar yang didapat sehingga dengan terpaksa menjadi budak pekerja seks kormesial. Sepanjang sejarah dunia, kasus prostitusi paling banyak terjadi dibelahan dunia bagian manapun itu sehingga para sutradara dunia mencoba untuk menggambarkan bagaimana bentuk-bentuk kasus perdagangan manusia tersebut terjadi dan apa saja yang dialami oleh para wanita yang menjadi korban dan berikut merupakan daftar nama-nama film layar lebar yang menceritakan kasus perdagangan manusia tersebut terjadi:

- Whores’Glory


Kehebatan sutradara ternama bernama Michael Glawogger mencoba untuk menggambarkan bagaimana semua kegiatan prostitusi tersebut berlangsung, Michael Glawogger menggambarkan bagaimana saja kasus pelacuran tersebut terjadi di tiga negara berbeda yakni Bangladesh, Thailand dan Mexico di mana adat kebudayaan ketiga negara ini berbeda-beda namun perdagangan manusia paling banyak terjadi sehingga membuat para kaum wanita tersebut menjadi budak seks. Berkat karya seni film berjudul Whores’Glory sutradara Michael Glawogger menjadi sosok populer dalam dunia perfilman dunia. Dengan maha karya tersebut sang sutradara diganjar penghargaan dari ajang venice Film festival 2011 dan Osterreichischer Filmpreis yang merupakan award dari dunia perfilman di Austria dalam kategori documenter terbaik dan sinematografi terbaik.

- In the Flesh


Film layar lebar yang disutradarai oleh Ben Taylor menceritakan tentang sebuah kisah misteri sebuah teka-teki pembunuhan oleh sebuah pertemanan dua orang gay. Film yang digarap berada di lokasi Atlanta, Georgia ini merupakan dokumenter proses terjadinya pembunuhan namun pertemanan kedua gay tersebut menjadi semakin intim di sela-sela peristiwa pembunuhan tersebut terjadi dan tentu saja dengan adanya kasus pembantaian tersebut berdampak buruk pada lingkungan sekitar di mana kedua gay itu berada sampai pada akhirnya misteri pembunuhan tersebut dapat terkuak.

- Bangkok Girl


Maraknya dunia prostitusi yang terjadi di negara berjuluk Gajah Putih, Thailand telah membuat sutradara bernama Jordan Clark tertarik guna membuat sebuah dokumenter wisata seks di ibukota Thailand, Bangkok. Hanya dengan anggaran pembuatan film sebesar 10 ribu dollar Amerika, Jordan Clark sudah mampu menggarap film berdurasi sepanjang 43 menit dan dalam film ini lebih fokus mengambil gambar suasana di mana para gadis bar yang masih berusia antara 17 - 19 tahun sedang menari-nari, akan tetapi sang sutradara lebih cenderung fokus menceritakan kehidupan yang dijalani oleh seorang gadis belia bernama Pla yang masih berusia 13 tahun dan sudah aktif menjajakan diri sebagai gadis bar di mana tempat ia bekerja dan menerima para tamu.

- American Pimp


Walau Amerika Serikat dikenal sebagai negara adidaya yang memiliki kekuatan super power juga tak luput dari maraknya bisnis prostitusi yang terjadi pada beberapa titik negara bagian di negeri Paman Sam tersebut. Dalam film yang didokumentasikan ini langsung meliput pemilik sebuah rumah pelacuran bernama Bunny Runch yang berada di wilayah Nevada dan pemilik tersebut bernama Denis Hof, realita kehidupan yang pada tiap malam berlangsung dalam bar tersebut dapat dilihat langsung. Para wanita penghibur yang bekerja di dalam bar tersebut dapat menggambarkan betapa jauh dari kehidupan glamour sebuah kota besar seperti yang selama ini disaksikan lewat film.

- 101 Rent Boys


Dengan anggaran rendah film dokomenter yang sudah mulai digarap pada tahun 2000 silam, sang sutradara merekrut sebanyak 101 orang dari seputar wilayah Santa monica Boulevard dan dalam proses wawancara ini mereka semua masing-masing memperoleh bayaran 50 dollar Amerika saja. Beragam usia berbeda dengan latar ras, etnis dan latas belakang ekonomi berbeda-beda sang produsen melaksanakan proses wawancara di sebuah kamar hotel yang sengaja disewa untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai bagaimana bisa mereka terjerumus ke dalam dunia malam prostitusi, penggunaan obat-obat terlarang dan orientasi seksual seperti apa yang mereka gunakan ketika sedang memberikan pelayanan pada tamu, bahkan produsen juga sempat meminta kepada beberapa laki-laki yang diwawancarai untuk menanggalkan pakaian hanya untuk menjadikan bagian dari dokumentasi film.